1 March 2016

Cerita Organik di Kuba

valentin

Keasikan mengunjungi sebuah kedai tidak saja dengan alasan mendapatkan seduhan kopi yang enak. Tetapi juga adanya rasa kebersamaan untuk menikmati kopi, bahkan tidak jarang seorang teman  baru , bisa ditemukan ketika menjalani ritual ngopi.

Pengalaman semalam (28/2/2016) di Rumah Kopi Ranin lain lagi, kami mendapatkan kunjungan seorang teman dari teman jauh. Valentin datang dari Kuba dan semalam membagi tontonan video karyanya sekaligus cerita istimewa untuk pengunjung. Diskusi semalam adalah tentang pertanian agroekologi di Kuba.

Cerita semalam sangat seru, bahkan saking serunya, pengunjung dan peserta diskusi tidak mau meninggalkan kursi tempat duduknya. Sampai ketika  Valentin, tamu kami yang menjadi pembicara mesti pergi, karena ditunggu oleh ibu kost di penginapan sementaranya di Bogor Raya.

Acara kami mulai dengan  menonton dua buah video yg berjudul sekolah petani multimedia di Cuba. Video tersebut berisikan materi mengenai  praktek pertanian yg dilakukan oleh petani agroekologi di Kuba.

Sebagaimana banyak menjadi bahan tulisan di dunia, hari di Kuba selain dikenal karena menjadi negara yang diembargo oleh Amerika (meski semakin diperlonggar), juga karena pangan organiknya. Negara yang dibebaskan oleh Che Guevara bersama Fidel Castro ini hari ini memncukupi kebutuhan pangan penduduknya hampir semuanya  (75-80%) dengan produksi pangan organik. Sehingga tidak salah bila menyebut bahwa negara dengan pola konsumsi organik terbesar di dunia ya adanya di kuba, meski penduduknya tidak besar.

Tujuan pembuatan video tentang pertanian di Kuba agar mereka yang ingin melihat praktek pertanian agroekologi bisa mendapatkan informasi yang memadai tanpa jauh jauh ke kuba di kepulauan Karibia sana.

Malam tadi, Valentin, yang telah lama bekerja di Kuba bersama organisasi petani ANAP, mempresentasikan  video yang dibuatnya selama ini bersama dengan para petani. Aspek yg ditampilkan adalah mulai alasan filosofis menjadi petani, nilai nilai mencintai alam dan lingkungan, hingga aspek teknis tanah, agronomis, olah kopi, dan mengelola produksi.

Kebetulan semalam ada beberapa staf pengajar IPB yang ikut diskusi, tentu akan menarik manakala Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di FEMA IPB misalnya menginisiasi pembuatan video terkait dengan  tema  produksi kopi. Tentu saja dengan melibatkan petani  yang memproduksi dengan pola ekologis dan kerajinan.

Semalam diskusi makin menghangat ketika menceritakan mengenai perkembangan Kuba.  Kuba adalah negara yang diembargo dari tahun 1990an. Saat embargo, yang juga kini masih berlangsung tidak ada lagi hubungan ekonomi dengan negara lain.

Kuba dari negara eksportir gula terbesar di dunia menjadi negara yang bahkan untuk mendapatkan  pupuk,  bahan bakar, dan sarana produksi pertanian lainnya tidak bisa.

Dari kondisi ini kemudian pemerintah Kuba membuat langkah bagaimana agar meski diembargo tetap bisa mandiri dan kecukupan pangan. Akhirnya mereka menggunakan model produksi agroekologi, yaitu pola pertanian yang menggunakan siklus alam untuk dioptimalkan bagi produksi pangan. Contohnya mereka mendorong kesuburan tanah dengan membuat stasiun-stasiun untuk mendistribusikan cairan  mikroorganisme lokal, yang bisa dimanfaatkan oleh petani untuk membantu dekomposisi dan memberikan bahan organik di tanah sehingga kesuburan bisa dikembalikan. Mereka kembali menggunakan hewan utk mengolah tanah, karena tidak banyak lagi traktor yang bisa dipakai dan keterbatasan bahan bakar.

Proses untuk menggerakan petani di negara yang dibebaskan oleh Comandante Che Guevara ini, dikenal di dunia dengan gerakan koperasi petani dan proses dari petani ke petani atau movimento agroecologia campesino a campesino. Pengorganisasian petani adalah kuncinya, yaitu petani selalu bergabung dalam koperasi. Di dalam koperasi inilah mereka bersama merencanakan produksi termasuk koperasi yg mengurus pemasaran. Koperasi berhubungan erat dengan pemerintah dalam urusan dgn support apa yang harus diberikan kepada petani. Misalnya harus mendatangkan ahli, memberikan kredit, ataupun perencanaan produksi utk menghindari produksi berlebihan.

Kuba adalah negara komunis sampai hari ini. Hal menarik tentunya karena Rusia dan China sudah sangat kapitalistik.  Dalam hal ini merujuk kepada diskusi semalam dan pengalaman dulu sempat mampir dua minggu di Havana, aspek kehidupan sosial sangat terasa. Misalnya sebagaimana disampaikan semalam, setiap tahun semua orang tanpa terkecuali wajib melakukan kerja sukarela di pertanian. Mulai dari pegawai hingga pejabat tanpa terkecuali terlibat dalam kegiatan sukarela bersama petani di lahan pertanian. Ini tentu saja menarik untuk dijadikan pelajaran, dikala Indonesia yang menyebut dirinya negara agraris, tetapi kian tahun kian banyak orang yang tidak peduli dengan pertanian ataupun kehidupan petaninya.

Seorang petani menunjukan piagam yang diterima dari pemerintah yang menyatakan bahwa dia merupakan petani teladan. Pemerintah menggunakan para petani teladan ini sebagai guru bagi para petani lain. Dengan cara ini makin banyak petani yang memahami dan mempraktekan pertanian organik.

Seorang petani menunjukan piagam yang diterima dari pemerintah yang menyatakan bahwa dia merupakan petani teladan. Pemerintah menggunakan para petani teladan ini sebagai guru bagi para petani lain. Dengan cara ini makin banyak petani yang memahami dan mempraktekan pertanian organik.(foto Tejo Pramono)

Di Kuba produksi pertanian dari petani dibeli langsung  oleh pemerintahnya, dengan demikian ada kepastian pasar untuk setiap produksi . Produksi tersebut untuk memberikan makanan di sekolah-sekolah hinga universitas, rumah sakit dan pelayanan pelayanan lainnya termasuk kantor. Meski demikian petani masih bisa menjual sebagian hasilnya ke pasar, seperti ke hotel yang kini banyak di datangi oleh turis asing.

Hari ini di kuba petani paling sejahtera dibandingkan dengan profesi lain seperti dokter, pengacara ataupun pejabat pemerintah. Akhirnya banyak profesi lain juga ikut bertani.

Sebagai negara komunis, maka tanah tidak boleh diperjual belikan. Jika ada seseorang yg ingin bertani maka dia mengisi form yang dibuat pemerintah dengan menuliskan  rencana yang inginkan dari lahan yg dia mau, kapasitas produksinya, menunjukan sertifikat ijasah kalau misalnya pernah kuliah pertanian. Maka dia akan mendapatkan giliran sampai nanti akan diberikan tanah secara gratis. Tapi tanah tersebut tidak bisa dijual. Dan manakala tidak dipakai atau dianggurkan akan ditarik lagi. Jadi tanah bukan untuk dijadikan sebagai objek sepekulasi.

Pemerintah memmfasilitasi hiburan untuk para petani dengan membuat program khusus televisi Palma y Cana. (Foto Tejo Pramono)

Pemerintah memmfasilitasi hiburan untuk para petani dengan membuat program khusus televisi Palma y Cana. (Foto Tejo Pramono)